Tuesday, May 26, 2015

JANGAN SEMBARANGAN SHARE DI MEDSOS !!!!

Akhir-akhir ini banyak sekali para netizen menshare berita, artikel atau yang lainnya ke Medsos, untuk artikel atau berita yang tidak berbau provokasi, sara atau berita yang tidak menjurus ke negative itu bagus untuk berbagi pengetahuan teman-teman medsos kita, tapi untuk share sebaliknya di media sosial akhir-akhir ini membuat saya sering menghela nafas....  seringkali saya melihat berita yang di share dari situs berita yang isinya kadang  tidak lagi berpegang dengan janji dan sumpah wartawan,

Wartawan atau penulis berita sebenarnya diharapkan mewartakan kebenaran dengan benar, bukan sebaliknya. Banyak wartawan yang memberitakan sebuah kebenaran dengan cara yang salah, akhirnya kebenaran itu menjadi bias. Demikian sebaliknya menuliskan kesalahan seolah-olah benar sehingga kesalahan itu dianggap benar.

Saya hanya mengamati dengan cara sederhana, yaitu membaca tema berita yang sama dari berbagai situs atau surat kabar dan menonton di berbagai media televisi : dari tema berita yang sama maka penyampaian wartawan bisa berbeda-beda, ada positif ada negative, dari berita yang sama bahkan ada yang menimbulkan hoax. Tapi dalam berbagai kejadian banyak juga wartawan yang mampu melihat persoalan dengan jernih, sehingga mereka justru menjadi orang yang memberikan solusi terhadap sebuah masalah.

Tetapi ada sebagian  netizen yang senang sekali menshare berita yang disajikan wartawan ke medsos setelah membaca berita atau artikel tanpa di teliti dulu kebenarannya, Para netizen  percaya saja bahwa berita yang disajikan itu adalah benar, karena sesuai dengan apa yang mereka fikirkan.  

Alangkah bijaknya bila kita membaca berita tidak langsung di share di media sosial, tapi di klarifikasi dulu dengan berita-berita  dari situs lain dan di teliti dulu, apakah sudah benar apa yang kita share? karena kita harus sadari jika kita sudah me-share berita-berita tersebut maka bukan hanya kita yang membaca tapi juga teman-teman  medsos kita, dengan kata lain kita adalah kepanjangan tangan dari wartawan yang mempublikasikan berita tersebut.

Inilah yang membuat terjadinya pro kontra bahkan berujung pertikaian... bisa jadi secara tidak sadar kita ikut mempublikasikan berita yang salah.

Mulai sekarang yuk para netizen kita mesti bijak dan selalu berhati-hati  sebelum memutuskan untuk menshare berita. Jika kita sudah mengetahui kebenarannya jangan pula langsung terburu-buru menshare. karena terkadang beberapa berita yang sudah jelas kebenarnya justru tidak perlu disebarkan jika hal itu menimbulkan kerusakan yang lebih parah, berita yang seperti itu bisa jadi harus ditahan untuk sementara waktu, agar tidak menimbulkan ghibah semata.

Semoga berkenan...

By Armeina Tanjung


Friday, October 31, 2014

KATA2 MUTIARA KU

“Orang-orang optimis memandangi mawar dan bukan durinya. Orang-orang pesimis memandangi duri dan mengabaikan mawar” 

“Beda antara orang-orang sukses dan orang lainnya bukan pada kurangnya kekuatan, juga bukan pada kurangnya pengetahuan, tapi pada kurangnya kemauan” 
(Vince Lombardi)

“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak” 
~Ali bin Abi Thalib

“Siapayang bersabar di atas ujian, Allah sempurnakan sabarnya lalu memasukannya ke dalam surga mana yang dia suka” 
~Umar bin Khathab

“Sabar memiliki 2 sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur” 
~Ibnu Mas’ud

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada taqwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada SABAR” 
~Umar bin Khathab~

Wednesday, November 21, 2012

SELAMATKAN ANAK-ANAK GAZA.........

Apa yang ada difikiranmu tuan-tuan yang pintar?.... dengan cara brutal dan keji kau hancurkan tanah palestina, kau habiskan nyawa yang tak berdosa..........

"Apa yang ada difikiranmu tuan-tuan yang pintar? 
Sebegitu senangnya kah tuan-tuan yang pintar menghabisi nyawa anak-anak yang tak berdosa ini ? 
Tidakkah terketuk hatimu melihat tangis mereka? 
melihat darah mereka? 
melihat mereka menangis ketakutan...............

Adakah terselip kasih dan iba darimu tuan-tuan yang pintar melihat mereka tak bernyawa lagi........ 
lihatlah demi Allah lihatlah nyawa itu kau habisi.... 

Ingin sekali aku membuat tuan--tuan yang pintar mengerti
Anak-anak Gaza yang masih hidup dalam suasana perang mereka hidup dalam kondisi trauma mengompol, mimpi buruk, kilas balik mengerikan dan takut berada ditempat umum.
Dan kehidupan itu bagi mereka sama sekali tak mudah.....
Karena dimana mana gundukan puing, tubuh tak bernyawa, ratapan korban dan orang orang 
yang kebingungan mengisi hari hari mereka....

Doa ku untuk mu anak-anak Gaza...
Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka, wa nu’minu bika, wa natawwakkalu alayika, wa nusni alayikal khaira, wa nashkuruka wa la nakforuka wa nakhla’u wa natruku manyafjoruk. Allahumma iyyaka na’budu wa laka nusalli wa nasjudu wa ilayika nasa wa nahfidu, wa narju Rahmataka wa nakhsha ‘adhzabaka; inna adhabaka al-jidda bi al-kuffari mulhiq
O Allah! We seek Your assistance and ask for Your guidance, and we beseech Your forgiveness and return to You in repentance. We cherish faith in You and place our trust in You. We attribute all goodness to You. We are grateful to You and refuse to be ungrateful to You. We abandon and forsake all those who reject You. O Allah, You alone we worship, unto You alone we pray; unto You alone we prostrate, and for You alone we strive. Unto You alone we flee for refuge. We cherish hope in Your mercy and we fear Your retribution. Verily, Your punishment is bound to catch up with those who reject the truth.
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ ، وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،
وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ
“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara. Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus.  Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan. Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan. Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi. Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.” (HR Thabrani 3/123)




Thursday, October 18, 2012

Sekelumit tentang WS Rendra


Latar Belakang 
WS RENDRA, sang Penyair yang telah berpulang ke Rahmatulloh pada tanggal 6 agustus 2009 WS Rendra dilahirkan di Solo, 7 November 1935  telah meninggalkan puisi2 hasil karyanya untuk dikenang. WS Rendra yang terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto Rendra adalah anak dari pasangan R Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Cathrina Ismadilah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah katolik, Solo disamping sebagai dramawan tradisional, sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta.

Pendidikan 
- SMA St. Josef, Solo
- Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
   Beliau mendapat pendidikan di Jurusan Sastera Barat Fakultas Sastra UGM (tidak tamat)
- American Academy of Dramatical Art, New York, USA (1964-1967).

Keluarga
WS Rendra pernah menikah sebanyak 3 kali, pertama beliau menikah dengan  Sunarti Suwandi pada tanggal 31 Maret 1959. Dengan Sunart Suwandi, WS Rendra mempunyai 5 anak yaitu Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.  WS Rendra bercerai dengan Sunarti Suwandi pada  tahun 1981. Istri kedua beliau adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, mereka menikah pada tanggal 12 Agustus 1970, dengan Bendoro Raden Ayu Sitoresmi, WS Rendra mempunyai empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati. mereka bercerai pada tahun 1979. Saat bersama istri keduanya WS Rendra juga menikah dengan Ken Zuraida, dari Ken Zuraida WS Rendra mempunyai dua anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.

Agama :
Sejak Lahir WS Rendra beragama Kristen Katolik, sejak tanggal 12 agustus 1970 yaitu pada hari perkawinannya dengan Bendoro Raden ayu Sitoresmi, WS Rendra memeluk agama Islam yang disaksikan dengan dua tokoh sastera Ajip Rosidi dan jugaTaufiq Ismail Beliau Wafat dengan cara Islam. Dimakamkan selepas solat Jum’at 7 Agustus 2009 di TPU Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Citayam, Depok.

Karya dan Penghargaan
Sekembali dari Amerika, beliau mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada 1967 dan sekaligus menjadi pemimpinnya. Pada perkembangannya, Bengkel Teater dipindahkan oleh Rendra ke Depok.

Tahun 1971 dan 1979 dia membacakan sajak-sajaknya di Festival Penyair International di Rotterdam. Pada tahun 1985 beliau mengikuti Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman.

WS Rendra beberapa kali pernah tampil dalam acara bertaraf antarabangsa. Sajaknya yang berjudul Mencari Bapak, pernah dibacakannya dalam acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-118 Mahatma Gandhi pada 2 Oktober 1987, di depan para undangan The Gandhi Memorial International School Jakarta.

Beliau juga pernah ikut serta dalam acara penutupan Festival Ampel Antarabangsa 2004 yang berlangsung di halaman Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, 22 Julai 2004.

Penghargaan
Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
Anugerah Seni dari Departemen P & K (1969)
Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970)
Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)
Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
Penghargaan Adam Malik (1989)
The S.E.A. Write Award (1996)
Penghargaan Achmad Bakri (2006).

Drama
Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
Bip Bop Rambaterata (Teater Mini Kata)
SEKDA (1977)
Selamatan Anak Cucu Sulaiman
Mastodon dan Burung Kondor (1972)
Hamlet (terjemahan karya William Shakespeare)
Macbeth (terjemahan karya William Shakespeare)
Oedipus Sang Raja (terjemahan karya Sophokles)
Lisistrata (terjemahan)
Odipus di Kolonus (terjemahan karya Sophokles),
Antigone (terjemahan karya Sophokles),
Kasidah Barzanji
Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan karya Jean Giraudoux) Panembahan Reso (1986)
Kisah Perjuangan Suku Naga

Puisi
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
Blues untuk Bonnie
Empat Kumpulan Sajak
Jangan Takut Ibu
Mencari Bapak
Nyanyian Angsa
Pamphleten van een Dichter
Perjuangan Suku Naga
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Rick dari Corona
Rumpun Alang-alang
Sajak Potret Keluarga
Sajak Rajawali
Sajak Seonggok Jagung
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
State of Emergency
Surat Cinta