Saturday, July 12, 2008

PERLOMBAAN 17-AN

Ada cerita menarik beberapa tahun yang lalu, waktu itu ada perlombaan 17-an di komplex tempatku tinggal, dari mulai perlombaan untuk anak-anak, bapak-bapak dan juga ibu-ibu.

Saat itu aku yang santai dan hanya ingin ikut berpartisipasi, mengikuti lomba memasukan benang ke jarum. Saat memasukan benang itu lah cerita ini menjadi cerita tak terlupakan. Salah satu Ibu-ibu menanyakan umurku, " bu, umurnya apakah diatas 26 atau dibawah 26 tahun? , dengan isengnya kujawab "umurku dibawah 26 tahun dong, liat neh masih awet muda gitu lho!!". Padahal dalam hatiku aku bilang : Secara gitu loh, anakku sudah dua dan sudah besar mana mungkin sih aku masih 26 tahun? he he he

Nah setelah pertanyaan itu aku jawab, ternyata aku yang pertama memasukkan benang ke jarumya, disusul dengan ibu yang lain. seneng juga aku, walaupun iseng, tapi ternyata aku juara.

Setelah acara perlombaan selesai dilanjutkan acara makan siang bersama, kemudia acara pembagian hadiah, dan pembagian door prize, tapi waktu pengumuman lomba memasukan benang ke jarum, aku koq ga juara ya?
setelah ku tanyakan kenapa, ternyata panitia bilang umurku masih dibawah 26 tahun, jadi aku tidak juara waaaah? aduuuh, aku mau gimana ya? lah memang waktu ditanya tadi itu untuk kriteria perlombaan toh? waaalaah hi hi hi hi , aku ga ngerti deh saat itu mau ngomong apa?
Aku jadi bingung, aku-nya yang Oon kali ya? tapi itu panitia koq percaya aja ya waktu aku kasih jawaban seperti itu?..... hwaaa kena batunya deh aku!!!

Nah walaupun cuma cerita perlombaan 17-an nya warga komplex, tapi cerita itu tetap mampir dalam ingatanku setiap kulihat ada yang merayakan hari kemerdekaan tersebut.
Dan itu cukup membuat ku tersenyum simpul karena ulah bodohku. Tapi cerita ini tak pernah ku ceritakan loh sama my hubby, tapi koq aku cerita disini ya? he he he soale lebih lepas cerita di blog dari pada interactive with my hubby.

Wednesday, May 28, 2008

Mei---

Aku sih nggak pernah menganggap bahwa ulang tahunku adalah suatu peristiwa yang perlu dirayakan, sesuatu hal yang penting untuk di pesta porakan.

Dari kecil hingga aku sekarang, aku tidak pernah merayakan ulang tahunku. Dan bagiku itu memang tidaklah perlu.
Dahulu waktu aku kecil, aku senang pergi ke pesta ulang tahun temanku, setiap mereka berulang tahun, maka aku bersemangat menyiapkan kado apa yang akan aku berikan, dan hebatnya kado itu tidak dari uang ibuku melainkan dari uang jajanku sendiri. Aku tidak pernah memberikan kado yang asal-asalan, karena aku akan mengumpulkan uang sebelum hari "h" mereka tiba. Kadoku tidaklah kado yang mahal, tetapi aku yakin kado itu berkesan buat mereka.

Waktu aku remaja, teman-teman dekatku mengucapkan selamat ulang tahun bila hari ulang tahunku tiba dan aku senang dengan hal itu, aku tidak berfikir lebih untuk merayakan ulang tahunku, walalupun hanya sekedar mentraktir teman dekatku. Bukannya aku pelit, tetapi lebih dari pada kesadaranku akan kehidupan ku waktu itu.

Dan hal itu berlanjut hingga kini.
Bagiku perayaan Ulang Tahun hanyalah pemuasan diri, bukan syukur yang sebenarnya atas segala yang telah didapat selama ini.

Yang patut aku syukuri kini adalah setiap hari ulang tahuku tiba, maka semua orang-orang terdekatku tidak akan lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Ku syukuri bukan karena ucapan selamat mereka, tetapi perhatian mereka terhadapku selama ini.

Tuesday, May 13, 2008

TUMIS DAUN PEPAYA

Bahan :

Daun Pepaya
Daun Singkong
Teri Medan

Petai

Bumbu :


Bawang merah, iris tipis
Bawang putih, iris tipis
Daun salam
Sereh

Cabe rawit kampung, iris serong

Cabe merah, iris serong

Cara membuat :

1. Rebus Daun pepaya dan daun singkong sampai empuk, kemudian potong-potong

2. Tumis Bawang merah dan bawang putih sampai harum.

3. Masukkan Teri Medan, kemudian cabe lalu sereh dan daun salam.

3. Masukkan petai, daun singkong dan daun pepaya.

4. Beri sedikit garam, cicipi rasanya

5. Aduk-aduk sampai bercampur dan angkat.

Tuesday, April 15, 2008

Nabi Isa Al Masih AS

Nabi Isa Al Masih AS

Nabi Isa AS adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan Nabi Muhammad SAW , Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS.

Nabi Isa AS adalah salah seorang manusia yang diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah SWT sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.

Kelahiran Nabi Isa AS terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Allah SWT. Ibu Nabi Isa AS, Maryam adalah dari golongan mereka yang suci dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Atas kekuasaan Allah SWT Nabi Isa AS memiliki beberapa keajaiban. Yaitu Nabi Isa AS mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Nabi Isa AS berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur'an juga diceritakan saat Nabi Isa AS menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra

Islam menghormati dan menyayangi Nabi Isa AS dengan mempercayai bahwa Nabi Isa As tidaklah disiksa dibumi dan kemudian mati ditiang salib. Karena Allah SWT tidak mungkin membuat para nabinya dan dalam hal ini Nabi Isa AS dibiarkan tersiksa hingga mati seperti itu.

Nabi Isa AS tidaklah dibunuh maupun disalib melainkan diangkat langsung oleh Allah SWT ke surga dan digantikan dengan orang lain yang disalib. Sebagaimana Firman Allah :

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa' : 157)

Bagi Islam Nabi Isa As bukan merupakan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan akan diadili atas perbuatannya sendiri.