Saturday, January 10, 2009

Kita Tidaklah Sempurna

Kadang segelintir dari kita berharap, orang akan membicarkan kita perfect, dengan segala tingkah laku yang sangat kita jaga, agar apapun yang mereka katakan atau mereka ceritakan dibelakang kita, diharapkan tetaplah yang baik-baik.

Dan segelintir yang lain, terlalu mengabaikan tingkah laku dan mengatas namakan kebenaran, dari segala tingkah laku yang tidak menyenangkan yang diperbuatnya asalkan menurut mereka itu adalah benar, mereka berharap orang akan mengerti akan apa yang dilakukannya.

Lalu reaksi apa yang terjadi dari 2 hal diatas, bila respon dari mereka, tidak sesuai dengan pemikiran kita, dalam hati kita terbersit rasa kecewa dan rasa itu bisa saja berubah menjadi marah.

Tidakkah kita naif akan hal itu? Kita berharap orang mengerti kita, kita berharap agar semua orang bertingkah laku seperti apa yang kita fikirkan.

Apapun pendapat kita (yang menurut kita terbaik dan belum tentu menurut mereka itu baik) bila tidak mendapat respon yang baik dari mereka, maka kita pasti ada rasa kecewa dihati. Jika kita diingatkan akan rasa kecewa dan marah yang kita rasakan terhadap mereka, karena tidak sesuai dengan apa yang kita fikirkan atau kita harapkan, maka mereka akan mengatakan itulah manusia, tidak ada yang sempurna !!

Sunday, November 30, 2008

Jangan Memudahkan suatu kesalahan yang sudah di maafkan

"Tidak apa-apa dan tak ada yang penting dengan yang sudah berjalan"

Memudahkan masalah seperti itu tanpa menyelesaikannya dan tanpa menunjukkan bahwa itu tak akan terulang lagi akan berakibat fatal tidak saja pada person to person tapi juga pada pekerja dan owner dan begitu juga sebaliknya

Bila seorang pekerja melakukan kesalahan dan atasannya memaafkan atau "No Problem" mungkin si pekerja akan merasa lega dan berfikir atasanya mengerti dia. Tapi Oops!!! sayang sekali ternyata itu mengurangi nilai si pekerja itu sendiri. Si Atasan akan merasa attitude si pekerja hanya sekedar basa-basi dan loyalitas si pekerja terhadap perusahaan tidak murni dan hanya terikat dengan aturan.

Selanjutnya Atasannya akan merasa, si pekerja tidak mempunyai nilai lebih dari apa yang telah dilakukan. Tetapi mengharap lebih dari apa yang telah dilakukannya itu.

Situasi seperti itu adalah sebuah "Bom Waktu" bagi si pekerja, karena bila sewaktu-waktu masalah itu berulang lagi, maka Atasannya tidak segan-segan untuk mengeluarkannya.

Jangan mengharap lebih bila yang diberikan si pekerja hanya sesuatu yang ’standart’.

Attitude, loyalitas, smart dan creative adalah success key nya si pekerja untuk maju dan untuk membuka pintu ke tempat yang lebih bagus, yang dapat mengantarnya ke jenjang yang lebih tinggi

Original Write : By Armeina Tanjung



Monday, September 1, 2008

ADA BAND

YANG TERBAIK BAGI MU (JANGAN LUPAKAN AYAH)


Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati



Ga Tau kenapa, setiap mendengar lagu ini, rasa sedih segera menyerangku, padahal aku sudah menjadi ibu rumah tangga dan bukan anak kecil lagi, tapi rasa kangen ku pada ayah membuatku sangat sedih dan terhanyut setiap mendengar lagu ini

Monday, July 14, 2008

MALING ITU MENGUJI KU ATAS IMAN DAN KESABARANKU.....

Astaghfirullah...... mungkin ini karena kelalaianku sehingga semua ini terjadi. Aku tidak mengerti kenapa maling itu tega mengambil barang-barangku?... Ya Allah ampunilah hamba Mu ini. ketidak mengertianku ini membuatku sedih.... kenapa aku lalai? kenapa aku seperti ini? yang terlalu percaya dan terlalu teledor....

Aku tak kuasa untuk berkata-kata, papi yang pertama mengetahui semua ini masih dapat mengontrol emosinya, padahal papi itu sibuk dari pagi hingga malam, dan semua itu adalah tanggung jawabku...dan sikap papi ini membuatku lebih terpukul lagi.

Tapi papi mengingatkan aku agar tabah dan tambah mendekatkan diri kepada Allah, bukan malah menjauhi Nya.

Ya Allah kini, dari dalam dasar hatiku.... Karena Engaulah Yang Maha Segalanya, maka ampunilah hambaMu yang lalai ini, berikanlah hambaMu ketabahan dan aku percaya tetaplah Engkau Yang Maha Bijaksana, yang selalu melindungi hambaMu ini....
Kini aku rela Ya Allah karena aku sadar tetaplah harta ini hanya pelengkap hidup, tetapkan aku dengan kerelaan ku Ya Allah... tetapkan aku dengan ke ikhlasanku... dan tetapkan aku untuk selalu berada dijalan Mu jalan yang Engkau ridhoi.