Astaghfirullah...... mungkin ini karena kelalaianku sehingga semua ini terjadi. Aku tidak mengerti kenapa maling itu tega mengambil barang-barangku?... Ya Allah ampunilah hamba Mu ini. ketidak mengertianku ini membuatku sedih.... kenapa aku lalai? kenapa aku seperti ini? yang terlalu percaya dan terlalu teledor....
Aku tak kuasa untuk berkata-kata, papi yang pertama mengetahui semua ini masih dapat mengontrol emosinya, padahal papi itu sibuk dari pagi hingga malam, dan semua itu adalah tanggung jawabku...dan sikap papi ini membuatku lebih terpukul lagi.
Tapi papi mengingatkan aku agar tabah dan tambah mendekatkan diri kepada Allah, bukan malah menjauhi Nya.
Ya Allah kini, dari dalam dasar hatiku.... Karena Engaulah Yang Maha Segalanya, maka ampunilah hambaMu yang lalai ini, berikanlah hambaMu ketabahan dan aku percaya tetaplah Engkau Yang Maha Bijaksana, yang selalu melindungi hambaMu ini....
Kini aku rela Ya Allah karena aku sadar tetaplah harta ini hanya pelengkap hidup, tetapkan aku dengan kerelaan ku Ya Allah... tetapkan aku dengan ke ikhlasanku... dan tetapkan aku untuk selalu berada dijalan Mu jalan yang Engkau ridhoi.
Monday, July 14, 2008
Saturday, July 12, 2008
PERLOMBAAN 17-AN
Ada cerita menarik beberapa tahun yang lalu, waktu itu ada perlombaan 17-an di komplex tempatku tinggal, dari mulai perlombaan untuk anak-anak, bapak-bapak dan juga ibu-ibu.
Saat itu aku yang santai dan hanya ingin ikut berpartisipasi, mengikuti lomba memasukan benang ke jarum. Saat memasukan benang itu lah cerita ini menjadi cerita tak terlupakan. Salah satu Ibu-ibu menanyakan umurku, " bu, umurnya apakah diatas 26 atau dibawah 26 tahun? , dengan isengnya kujawab "umurku dibawah 26 tahun dong, liat neh masih awet muda gitu lho!!". Padahal dalam hatiku aku bilang : Secara gitu loh, anakku sudah dua dan sudah besar mana mungkin sih aku masih 26 tahun? he he he
Nah setelah pertanyaan itu aku jawab, ternyata aku yang pertama memasukkan benang ke jarumya, disusul dengan ibu yang lain. seneng juga aku, walaupun iseng, tapi ternyata aku juara.
Setelah acara perlombaan selesai dilanjutkan acara makan siang bersama, kemudia acara pembagian hadiah, dan pembagian door prize, tapi waktu pengumuman lomba memasukan benang ke jarum, aku koq ga juara ya?
setelah ku tanyakan kenapa, ternyata panitia bilang umurku masih dibawah 26 tahun, jadi aku tidak juara waaaah? aduuuh, aku mau gimana ya? lah memang waktu ditanya tadi itu untuk kriteria perlombaan toh? waaalaah hi hi hi hi , aku ga ngerti deh saat itu mau ngomong apa?
Aku jadi bingung, aku-nya yang Oon kali ya? tapi itu panitia koq percaya aja ya waktu aku kasih jawaban seperti itu?..... hwaaa kena batunya deh aku!!!
Nah walaupun cuma cerita perlombaan 17-an nya warga komplex, tapi cerita itu tetap mampir dalam ingatanku setiap kulihat ada yang merayakan hari kemerdekaan tersebut.
Dan itu cukup membuat ku tersenyum simpul karena ulah bodohku. Tapi cerita ini tak pernah ku ceritakan loh sama my hubby, tapi koq aku cerita disini ya? he he he soale lebih lepas cerita di blog dari pada interactive with my hubby.
Saat itu aku yang santai dan hanya ingin ikut berpartisipasi, mengikuti lomba memasukan benang ke jarum. Saat memasukan benang itu lah cerita ini menjadi cerita tak terlupakan. Salah satu Ibu-ibu menanyakan umurku, " bu, umurnya apakah diatas 26 atau dibawah 26 tahun? , dengan isengnya kujawab "umurku dibawah 26 tahun dong, liat neh masih awet muda gitu lho!!". Padahal dalam hatiku aku bilang : Secara gitu loh, anakku sudah dua dan sudah besar mana mungkin sih aku masih 26 tahun? he he he
Nah setelah pertanyaan itu aku jawab, ternyata aku yang pertama memasukkan benang ke jarumya, disusul dengan ibu yang lain. seneng juga aku, walaupun iseng, tapi ternyata aku juara.
Setelah acara perlombaan selesai dilanjutkan acara makan siang bersama, kemudia acara pembagian hadiah, dan pembagian door prize, tapi waktu pengumuman lomba memasukan benang ke jarum, aku koq ga juara ya?
setelah ku tanyakan kenapa, ternyata panitia bilang umurku masih dibawah 26 tahun, jadi aku tidak juara waaaah? aduuuh, aku mau gimana ya? lah memang waktu ditanya tadi itu untuk kriteria perlombaan toh? waaalaah hi hi hi hi , aku ga ngerti deh saat itu mau ngomong apa?
Aku jadi bingung, aku-nya yang Oon kali ya? tapi itu panitia koq percaya aja ya waktu aku kasih jawaban seperti itu?..... hwaaa kena batunya deh aku!!!
Nah walaupun cuma cerita perlombaan 17-an nya warga komplex, tapi cerita itu tetap mampir dalam ingatanku setiap kulihat ada yang merayakan hari kemerdekaan tersebut.
Dan itu cukup membuat ku tersenyum simpul karena ulah bodohku. Tapi cerita ini tak pernah ku ceritakan loh sama my hubby, tapi koq aku cerita disini ya? he he he soale lebih lepas cerita di blog dari pada interactive with my hubby.
Wednesday, May 28, 2008
Mei---
Aku sih nggak pernah menganggap bahwa ulang tahunku adalah suatu peristiwa yang perlu dirayakan, sesuatu hal yang penting untuk di pesta porakan.
Dari kecil hingga aku sekarang, aku tidak pernah merayakan ulang tahunku. Dan bagiku itu memang tidaklah perlu.
Dahulu waktu aku kecil, aku senang pergi ke pesta ulang tahun temanku, setiap mereka berulang tahun, maka aku bersemangat menyiapkan kado apa yang akan aku berikan, dan hebatnya kado itu tidak dari uang ibuku melainkan dari uang jajanku sendiri. Aku tidak pernah memberikan kado yang asal-asalan, karena aku akan mengumpulkan uang sebelum hari "h" mereka tiba. Kadoku tidaklah kado yang mahal, tetapi aku yakin kado itu berkesan buat mereka.
Waktu aku remaja, teman-teman dekatku mengucapkan selamat ulang tahun bila hari ulang tahunku tiba dan aku senang dengan hal itu, aku tidak berfikir lebih untuk merayakan ulang tahunku, walalupun hanya sekedar mentraktir teman dekatku. Bukannya aku pelit, tetapi lebih dari pada kesadaranku akan kehidupan ku waktu itu.
Dan hal itu berlanjut hingga kini.
Bagiku perayaan Ulang Tahun hanyalah pemuasan diri, bukan syukur yang sebenarnya atas segala yang telah didapat selama ini.
Yang patut aku syukuri kini adalah setiap hari ulang tahuku tiba, maka semua orang-orang terdekatku tidak akan lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Ku syukuri bukan karena ucapan selamat mereka, tetapi perhatian mereka terhadapku selama ini.
Dari kecil hingga aku sekarang, aku tidak pernah merayakan ulang tahunku. Dan bagiku itu memang tidaklah perlu.
Dahulu waktu aku kecil, aku senang pergi ke pesta ulang tahun temanku, setiap mereka berulang tahun, maka aku bersemangat menyiapkan kado apa yang akan aku berikan, dan hebatnya kado itu tidak dari uang ibuku melainkan dari uang jajanku sendiri. Aku tidak pernah memberikan kado yang asal-asalan, karena aku akan mengumpulkan uang sebelum hari "h" mereka tiba. Kadoku tidaklah kado yang mahal, tetapi aku yakin kado itu berkesan buat mereka.
Waktu aku remaja, teman-teman dekatku mengucapkan selamat ulang tahun bila hari ulang tahunku tiba dan aku senang dengan hal itu, aku tidak berfikir lebih untuk merayakan ulang tahunku, walalupun hanya sekedar mentraktir teman dekatku. Bukannya aku pelit, tetapi lebih dari pada kesadaranku akan kehidupan ku waktu itu.
Dan hal itu berlanjut hingga kini.
Bagiku perayaan Ulang Tahun hanyalah pemuasan diri, bukan syukur yang sebenarnya atas segala yang telah didapat selama ini.
Yang patut aku syukuri kini adalah setiap hari ulang tahuku tiba, maka semua orang-orang terdekatku tidak akan lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Ku syukuri bukan karena ucapan selamat mereka, tetapi perhatian mereka terhadapku selama ini.
Tuesday, May 13, 2008
TUMIS DAUN PEPAYA
Bahan :
Daun Pepaya
Daun Singkong
Teri
Petai
Bumbu :
Bawang merah, iris tipis
Bawang putih, iris tipis
Daun salam
Sereh
Cabe rawit kampung, iris serong
Cabe merah, iris serong
Cara membuat :
1. Rebus Daun pepaya dan daun singkong sampai empuk, kemudian potong-potong
2. Tumis Bawang merah dan bawang putih sampai harum.
3. Masukkan Teri Medan, kemudian cabe lalu sereh dan daun salam.
3. Masukkan petai, daun singkong dan daun pepaya.
4. Beri sedikit garam, cicipi rasanya
5. Aduk-aduk sampai bercampur dan angkat.
Subscribe to:
Posts (Atom)