Tuesday, April 12, 2011

Percayalah dengan Muzizat Allah


Percayalah mukzizat Allah itu nyata, jika kita yakin akan Allah pencipta langit dan bumi ini maka janganlah merasa bahwa Allah tak akan menolong kita, yakinlah dalam do'a mu bahwa Allah mendengarmu, yakinlah bahwa apa yang kita butuhkan selalu dikabulkan Allah.

Hilangkan keraguan dalam hatimu, hilangkan rasa malas dalam dirimu untuk berusaha dan berdo'a.

Sadarkah kita betapa Maha Baiknya Allah, disaat kita membutuhkan Allah selalu ada, padahal setelah yang kita butuhkan kita dapatkan, kita suka melupakan-Nya. Terlarut dalam eforia dunia.

Yakinilah bahwa Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Penyayang, yang akan selalu menolong kita dikehidupan kita, Allah selalu memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.....

Yakinlah dalam do'a mu maka Allah akan menjawab..... tiada yang dapat menolong kita selain Allah SWT .......

"Alhamdulillahirobbil Alamin Ya Allah karena telah Engkau angkat kami dari lubang kesulitan, walaupun setelah Engkau kabulkan do'a kami ini, pasti ada do'a berikutnya yang kami panjakan kepadaMu, tetap saja Engkau Maha Mendengar dan engkau Maha Memberi segala sesuatu yang kami butuhkan... "
Aamiin.

Wednesday, March 2, 2011

PJKA KELAS EKONOMI - BRANTAS

Kelas Ekonomi di Kereta Api (dalam bayangan saya waktu itu) adalah gelap tidak ada tepat duduk, jika ada tempat duduk itupun dari kayu dan banyak tukang jualan alias pedangan asongan.

Tapi setelah saya mencoba Kelas Ekonomi baru-baru ini, ternyata tidak separah yang saya bayangkan, Kelas Ekonomi ini sudah lumayan, tempat duduknya sudah lumayan empuk, walaupun kaku dan tidak dapat dirubah2 (tapi tidak se-empuk kelas bisnis, apalagi kelas eksekutif dan jauh sekali dari kelas argo)

Pertama naik ke kereta terlihat toilet yang bersih membuat saya lebih bersemangat dan ternyata juga ada lampunya sehingga tidak gelap... :D

Tetapi setelah 3 jam kemudian ada yang membuat hati ini menjadi TIDAK TERIMA dengan PERLAKUAN PJKA apakah itu?

Pada kelas ekonomi ini penumpang non seat sangat banyak, pertama mereka berdiri tetapi siapa yang tahan berdiri terus jika perjalanan melebihi 3 jam? kemudian mereka duduk dibawah bahkan ada yang memilih tidur dibawah bangku penumpang... :(

Konidisi diperparah dengan penjual minuman,makanan dan souvenir yang jumlahnya tidak terbatas menjajakan dagangannya dari gerbong satu ke gerbong lainnya, karena jalan dipenuhi penumpang yang duduk berdesakan, mereka berjalan dengan cara menginjak pinggir bangku ke pinggir bangku yang lainnya.

Ingin buang air kecil mulai terasa, melihat keadaan seperti itu membuat saya berfikir ulang ..... (bagaimana jalannya?)

Akhirnya saya mencoba berdiri dan bertanya apakah saya bisa melewati mereka untuk ke toilet? tapi apa informasi yang saya dapat? TERNYATA TOILET TIDAK BISA BERFUNGSI, KARENA BANYAK PENUMPANG NONSEAT YANG DUDUK DISANA .... :(

SETEGA INI KAH PJKA mengartikan KELAS EKONOMI????????
Tidakkah PJKA berfikir bahwa yang dibawa ini manusia, bukannya binatang??? ini perjalanan jauh, dan melelahkan. Sungguh, menurut saya PJKA tidak mau perduli.

Bisakah PJKA untuk kedepannya Menjual tiket sesuai jumlah bangku dan jika menjual yang non seat untuk 1 gerbong tidak boleh melebihi 4 orang, sehingga smua yang naik merasa nyaman.

Dan bisakan PJKA membatasi jam dan jumlah pedagang asongan ? sehingga penumpang tidak merasa terganggu.

Semoga PJKA tidak membuat Kelas Ekonomi untuk meraup untung tanpa memperdulikan kenyamanan penumpangnya.

Thursday, October 21, 2010

Renungan Indah - by WS Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya
ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku
hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku
hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku
hanyalah titipan-Nya

Bahwa Putraku
hanyalah titipan-Nya

Tetapi, megapa aku tak pernah bertanya :

Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah..
Kusebut itu sebagai ujian..
Kusebut itu sebagai petaka..
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita..

Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku....
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil......
lebih banyak popularitas.....
dan kutolak sakit
kutolak kemiskinan....

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.....
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan matematika..

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku..

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang
dan bukan kekasih..
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"..
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku..

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanya untuk beribadah..

"Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"...

(Puisi terakhir Renda yang dituliskannya diatas ranjang RS)

Wednesday, July 28, 2010

Ramadhan Datang

Jelang ramadhan di Indonesia khususnya Jakarta dan sekitarnya sudah mulai terasa geliatnya. Seperti pagi ini, kentucky fc - pihak promo-nya sedang susun strategi menghadapi Ramadhan, acara yg akan dikemas apik dan menyentuh nafas ramadhan. Malam sebelumnya diberbagai tempat sibuk mengadakan sholat bersama pada malam nisfu syaban dilanjutkan dengan shaum nisfu dihari berikutnya. Sungguh ritual yang sangat menggugah hati. Ternyata disela-sela kesibukan duniawi semangat beribadah masih tinggi di Jakarta dan sekitarnya, Alhamdulillahirobbil alamin......