Saturday, October 6, 2012

Pusss

Biasa aku memanggilnya seperti itu, warna bulunya kuning-putih, kucing kampung dan datang kerumahku sudah dewasa, jadi aku tidak tau berapa umurnya.

Biasa kukasih makan 2x sehari, itu kalau aku sedang rajin, tapi bila datang malasku, maka seharian aku tidak kasih dia makan.

Waktu musim kawin tiba, pusss membawa pacarnya kerumah, tidak lama kemudian pacarnya pusss melahirkan 5 ekor anak kucing, tetapi tak lama setelah itu pacarnya pusss menghilang dengan meninggalkan pusss dan anak2nya dirumah. Pusss terlihat bingung, sempat dicium anak2nya dan kemudian dia duduk menjauh sambil memandang anak2nya.

Pusss tidak pernah marah jika ia tidak dikasih makan, ia akan terus menunggu, meminta dan berharap, tidak ada niatnya untuk mencakar atau menggigitku.

Pusss cuma akan marah jika ia sedang tidak suka diganggu.

Kesabarannya membuatku kagum, anak kecil saja jika ia lapar maka ia akan menangis, tapi pusss tidak, ia akan meminta jika kita menuju dapur, tapi bila tidak kasih juga, dia akan kembali duduk manis. dia akan mencari makan diluar bila aku tetap tidak memberinya makan untuk kemudian datang kembali dan tidur dirumahku.

Kesabaran pusss membuatku terpacu untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi persoalan. Ya ampun..... kenapa juga harus si pusss yang membuatku termotivasi begini hehehe.

No comments: